Święta Wielkanocne w Niemczech nieco różnią się od tych obchodzonych w naszym kraju. Chociaż nasi zachodni sąsiedzi mają podobną estetykę atau raczej symbolikę tego wydarzenia (pisanki, wydmuszki czy zając Paskah), ada di dalam perayaan itu sendiri liburan znajdziemy nieco różnic. Warto również zwrócić uwagę, że tradycje wielkanocne będą różniły się również pomiędzy poszczególnymi regionami w samych Niemczech (tak zwanymi landami), co wynika ze zróżnicowania ludności i przeszłości historycznej tych terytoriów.

Podobnie jak w naszym kraju, Niemcy traktują bardzo poważnie czas przygotowań Untuk liburan Paskah. Zachowana adalah tam tradycja postu w trakcie takich przygotowań.

Kamis Putih dirayakan di Jerman

Bagus. Kamis w Niemczech zwany jest Zielonym Czwartkiem. Jest to pierwsza podstawowa różnica pomiędzy nami i naszymi sąsiadami. Gründonnerstag, bo tak właśnie nazywa się tam Zielony Kamis Mungkin namanya diambil dari abad pertengahan, ketika para peniten dipanggil dengan kata ini. Warna hijau juga diasosiasikan dengan jubah yang dikenakan para pendeta pada hari ini. Hijau Kamis di Jerman diasosiasikan dengan lukisan telur berwarna hijau. Di beberapa bagian negara ini, kita juga dapat menemukan kebiasaan makan pada hari ini makanan hijau seperti selada, bayam, kucai, dan sayuran serupa.

Jumat Agung dirayakan di Jerman

Dzień Wielkiego piątku untuk Niemców jest dniem szczególnej modlitwy. Wynika z tego podstawowa zasada pomiędzy nami a naszymi sąsiadami, jako że w Niemczech Jumat Agung juga merupakan hari libur nasional. Anda mungkin juga akan menemukan nama Silent Friday (Stiller Freitag) jednak w większości jest to po prostu Karfreita (Jumat Agung). Saat itu ada kebiasaan untuk mengadakan acara makan bersama, yang terdiri dari roti, air, dan anggur. Acara ini disebut agape. Namun, orang Jerman tidak memiliki kebiasaan untuk merayakan puasa yang ketat pada hari ini.

Sabtu Suci dirayakan di Jerman

Karamstag – czyli Wielka Sabtu (terkadang juga Stiller Samstag - Diam Sabtu) adalah hari yang sangat mirip dengan hari yang sama pentingnya dengan hari di negara Vistula. Sabtu adalah hari hening dan kontemplasi. Hari ini tidak dirayakan massa orang suci. Orang Jerman tidak memiliki (seperti halnya orang Polandia), tradisi penahbisan Piring dan keranjang Paskah. Di beberapa negara bagian (terutama di bagian utara) paroki membudayakan tradisi menyalakan api unggun besar di depan bangunan gereja. Selama acara berlangsung imam orang-orang kudus api aby następnie odpalić od niego świece paschalne do gereja dan umat menyalakan lilin Paskah mereka.

Minggu Paskah dirayakan di Jerman

Paskah. Hari dimulai dengan massa kebaktian kebangkitan yang diadakan di pagi hari. Saat sarapan, orang Jerman membudayakan kebiasaan mengetuk telur bersama-sama. Lilin Paskah dinyalakan di atas meja dan kelinci gula diletakkan di sebelahnya. Setelah sarapan, orang Jerman anak-anak terlibat dalam pencarian telur Paskah dan permen yang tersembunyi. Hidangan utama di meja Paskah Jerman adalah daging kambing panggang. Ini dilengkapi dengan berbagai kue dan permen.

Senin Paskah adalah hari istirahat biasa. Orang Jerman tidak mengenal konsep Smigus-Dyngus dan hari itu dihabiskan dengan relaksasi total. Tentu saja, tentu saja hari libur nasional.