Nad tymi pytaniami zastanawia się wielu chrześcijan. Odpowiedź jest oczywiście bardzo prosta. Tak, Yesus memang ada, ia berjalan di tanah kami. Yesus adalah sebagai tokoh sejarah.

Yesus Kristus lahir sekitar 8-4 SM di Bethlehem. Ia meninggal sekitar tahun 30 atau 33 Masehi di Yerusalem. Zgodnie z Biblią (a dokładniej z Perjanjian Baru) Yesus lahir sebagai seorang putra Mariayang menikah Joseph. Sakramen Baptisan diberikan kepada Tuhan Yesus oleh Jan, yang kemudian disebut Pembaptis.

Atas keberadaan aktual dari karakter Yesus od wielu lat prowadzone są badania. Wyróżnia się ich 3 główne fale. Najnowsze badania rozpoczęły się w latach 70. XX wieku. Życie Jezusa jest bardzo dobrze udokumentowane zarówno w źródłach chrześcijańskich jak i niechrześcijańskich. Biorąc pod uwagę okres w jakim żył są to źródła dosyć dokładne. Najbardziej powszechnymi faktami z życia Jezusa, które zostały uznane przez historyków są zarówno baptisan via Santo Yohanes Pembaptis dan, di atas segalanya, hukuman mati oleh Pontius Pilatus dan penyaliban Yesus. Fakta-fakta dasar yang diberikan oleh Injil również spotykają się z aprobatą historyków. Do faktów tych należy między innymi okres w jakim narodził się Yesus Kristus. Ini adalah periode pemerintahan Herodes. Fakta bahwa Yesus ditangkap di Yerusalem tampaknya sama otentiknya. Itu semua juga terkait dengan keyakinan dari Mr. sampai mati di kayu salib. Kematian di kayu salib itu sendiri adalah hukuman yang biasa digunakan oleh orang Romawi selama periode yang dimaksud. Ketidakkonsistenan besar muncul, antara lain, dalam bidang tempat kelahiran Kristus. Banyak sejarawan dengan suara bulat menunjuk pada Nazarethsementara Alkitab menceritakan tentang kelahiran di Bethlehem. Namun demikian, ini adalah pertimbangan yang hanya menegaskan keaslian karakter Mr. Yesus.

Mniej pewne fakty, które jednak również są uznawane za prawdziwe przez zdecydowaną większość historyków to na przykład fakt powołania apostołów atau chociażby konflikt ze środowiskiem Kuil (yang disebut pembersihan Bait Suci). Menurut para cendekiawan, area tindakan juga setuju Mr. Yesus seperti dia Galilea (dari mana Yesus berasal) dan, yang paling menonjol, di kemudian hari, Yudea.

Dalam perjalanan semua refleksi ini, lima gambaran utama yang menggambarkan Yesus dari sudut pandang sejarah dikembangkan.

  • Nabi apokaliptik - Yesus ditampilkan sebagai nabiyang ingin mempersiapkan orang-orang Yahudi untuk akhir zaman yang akan datang.
  • Penyembuh karismatik - Yesus didapati dalam penglihatan ini sebagai orang yang damai manusia roh, seorang mistikus atau visioner yang dikenal karena penyembuhan
  • Filsuf - sinis - Yesus adalah terlihat dalam hal ini sebagai orang bijak dan filsuf keliling untuk mengkhotbahkan pesan radikal untuk menggulingkan komunitas hierarkis yang ada di masyarakat saat itu. Semua harta benda Yesus muat di dalam tas bepergian, dan Ia sendiri tidak memiliki apa-apa dan merupakan orang yang bebas.
  • Yahudi mesias - Yesus datang untuk mengumumkan kepada orang-orang Yahudi tentang akhir dari pengasingan spiritual dan mengantarkan era baru di mana Tuhan ma naprawić świat dzięki iman rakyatnya
  • Nabi perubahan sosial - Yesus dalam lukisan itu digambarkan sebagai orang yang ingin meruntuhkan seluruh struktur sosial pada masa itu. Namun, ini tidak ada hubungannya dengan kiamat yang akan datang

Baik menurut sejarawan terpelajar seperti Geza Vermes, John P. Meier, E.P. Sanders serta banyak orang awam kunci dan gereja nie ma wątpliwości co do tego apakah Yesus itu ada i apakah Yesus adalah tokoh sejarah.